Bersosialisasi Melalui Gotong Royong


Mengembalikan Semangat Gotong Royong di Kreo Selatan

Tangerang (GAFATAR – D02) – Saling bahu-membahu mungkin ini lah yang menggambarkan suasana minggu pagi di Kelurahan Kreo Selatan tepatnya di Jalan Pemuda Rt. 01 Rw. 08. Gafatar Tangerang Kota kembali mengadakan kegiatan aksi bersih lingkungan (23/09). Sekitar 50 pengurus hingga anggota dengan mengenakan atribut Gafatar terjun ke lokasi membantu warga membersihkan lingkungan.

Hampir seluruh warga ikut andil dalam kegiatan ini. Terlihat warga dan anggota masyarakat setempat terlihat bahu-membahu membersihkan lingkungannya. Dari ibu-ibu yang kompak menyapu pekarangan-pekarangan dan lapangan yang terlihat kotor, sedangkan yang lainnya dibantu anggota Gafatar membersihkan got dan mengangkat sampah yang menyumbat saluran pembuangan. Selain itu mereka juga melakukan perbaikan terhadap saluran pembuangan  yang telah rusak. Selain itu juga ada yang memotong rumput liar dan menebang pohon yang tumbuh menghalangi jalan warga.

“Mengembalikan semangat gotong-royong dan memperkuat kerjasama sesama warga ialah tujuan dari kegiatan ini” ujar Ketua Panitia, Bung Apudin. Kegiatan ini mendapat respon baik dari ketua rt setempat yang begitu semangat mengkoordinir dan mengarahkan warganya dalam kegiatan tersebut. beliau juga menyampaikan rasa terimakasihnya terhadap Gafatar yang telah mempelopori kegiatan ini. Beliau juga sangat terharu terhadap rasa kepedulian Gafatar yang telah melakukan cek kesehatan terhadap warganya.

Tidak hanya aksi bersih lingkungan saja tetapi juga didukung dengan aksi cek kesehatan gratis untuk warga. Mulai dari timbang badan, pemeriksaan tensi darah dan pengecekan kadar gula dan asam urat. Untuk cek kesehatan sendiri, sangat diminati warga terbukti dengan 50 warga menjadi target dari panitia  ternyata melebihi pencapaian yakni hingga lebih dari 120 warga. Harapan masyarakat setempat agar kegiatan cek kesehatan dapat dilakukan lagi di lingkungannya.

Pada kesempatan tersebut juga dihadiri lurah setempat yakni Bapak Idham Susanto, yang juga ikut memantau warganya melakukan kegiatan bersih lingkungan. Menurutnya kegiatan yang di motori Gafatar Tangerang Kota ini sangat positif dan semoga dapat menjadi inspirasi bagi warga guna menghidupkan kembali semagat kegotong-royangan.

Semangat Gotong Royong di Indramayu Kembali Digalakkan

INDRAMAYU, (PRLM),- Semangat gotong royong ditengah masyarakat Indramayu harus kembali digalakkan hal ini mengingat sikap kebersamaan ditengah masyarakat Indonesia semakin pudar. Hal ini ditegaskan Plt. Sekda Kab. Indramayu, Ahmad Bahtiar SH.

Jika semangat gotong royong kembali tumbuh ditengah masyarakat Indramayu, maka Indonesia bisa terhindar dari negara gagal seperti yang terjadi saat ini. BBGRM diharapkan bisa menjadi kembali penyemangat dan motivasi bagi masyarakat untuk kembali menumbuhkan semangat gotong royong.

Melalui bulan bhakti gotong royong masyarakat, lanjut Sekda, pembangunan masyarakat desa sebagai basis pembangunan daerah dan pembangunan nasional, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar kesenjangan kehidupan masyarakat perdesaan dan perkotaan tidak semakin melebar, yang dapat berimplikasi terhadap timbulnya kecemburuan sosial bahkan disintegrasi bangsa..

Kegiatan bulan bhakti gotong royong masyarakat adalah salah satu upaya untuk melestarikan nilai-nilai gotong royong di masyarakat, melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, khususnya dengan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan dalam pelaksanaan pembangunan.

“Pada hakikatnya, selama desa masih ada maka gotong royong tidak akan punah. Yang perlu dicermati adalah upaya untuk mengurangi pergeseran makna gotong royong yang menyebabkan bergesernya praktek dan implementasinya, sehingga tidak mengganggu nilai-nilai luhur untuk terus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penutupan bulan bhakti gotong royong masyarakat saat ini bukan berarti mengakhiri kegiatan gotong royong yang sudah ada, tetapi gotong royong tersebut perlu terus ditumbuhkan dan dilestarikan di setiap waktu dan kesempatan dalam upaya membina persatuan dan kesatuan.” tegas Sekda.

Semangat Gotong Royong di Bedhol Keprajan

Adanya arak-arakan Bedhol Keprajan yang diselenggarakan sebagai pembuka Pekan Wisata Budaya Kotagede 2012 yang diadakan Jumat (7/12) lalu juga ikut memupuk kembali semangat gotong royong warga. Paling tidak dari pengamatan website Kotagede Heritage dari sejumlah kampung yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu terlihat begitu terlihatnya semangat kebersamaan warga baik saat menyiapkan berbagai properti untuk arak-arakan, latihan dalam berparade sampai saat mereka unjuk kebolehan di jalan-jalan utama Kotagede.

Seperti warga Alun-alun, Kelurahan  Kotagede, yang dalam pawai itu ingin menggambarkan rombongan pengikut Ki Ageng Pemanahan yang memboyong berbagai perlengkapan Keraton Pajang ke Mataram juga harus begadang untuk ‘ngelembur’ membuat properti berbagai perlengkapan keraton. Dari mulai umpak keraton, dhampar, tiang, hingga bedug untuk keperluan masjid gedhe. “Demi kampung direwangi ngelembur tak apa-apa,” cerita salah seorang warga.

Para ibu dan remaja putri juga tak kalah sibuk. Terutama yang mendapat peran sebagai prajurit wanita Mataram. Tiap malam sebelum hari H mereka mengadakan latihan baris berbaris di selatan Pasar Kotagede. Eviyanto, yang ikut mengarahkan barisan para ibu itu dengan sabar mengajari untuk membuat barisan yang kompak. Terkadang ada gerakan yang salah, namun semua itu dihadapi dengan riang gembira. Tak ada yang ngedumel, apalagi ‘mutung’.

Dari semangat gotong royong para warga itu akhirnya pada Jumat sore, mereka bisa menunjukkan suguhan karnaval yang menarik hati. Sepanjang jalan dari Lapangan Karang hingga finish di kampung Dalem mendapat perhatian dari warga masyarakat yang sudah menanti di pinggir-pinggir jalan. “Mudah-mudahan tahun depan bisa diadakan lagi, sehingga Kotagede mempunyai even tahunan yang bisa dibanggakan,” harap Sumardi, warga Prenggan.

Erwito Wibowo, panitia Pekan Wisata Budaya Kotagede 2012 yang juga penggagas arak-arakan ini mengatakan memang pihaknya mengharapkan kegiyatan ini bisa menjadi even tahunan yang diagendakan. Diakuinya, untuk tahun ini mungkin masih banyak kekurangan. Diharapkan  itu bisa disempurnakan untuk penyelenggaraan tahun depan. Pesertanya juga bisa lebih banyak. “Kalau bisa semua kampung di Kotagede bisa mengikuti kegiatan ini,” harapnya. Ia memaklumi kalau tahun ini banyak kampung yang tidak siap. Mudah-mudahan tahun depan, semua kampung bisa lebih siap hingga mampu berpartisipasi. (Hamid Nuri)

Semangat Gotong Royong Masyarakat Kricak

Proyek renovasi rumah masyarakat Kricak, tidak hanya dilakukan oleh dosen dan mahasiswa arsitektur UGM yang bertugas sebagai konseptor desain rumah. Dalam pengerjaan renovasi rumah, masyarakat Kricak bertugas untuk menangani secara langsung.

Dengan adanya partisipasi langsung masyarakat akhirnya energi positif yang dimiliki masyarakat yaitu semangat gotong  royong terlihat jelas. Tidak hanya merenovasi rumahnya sendiri, mereka juga membantu merenovasi rumah tetangganya. Selain merenovasi rumah, beberapa Ibu juga mendapat tugas tambahan yaitu membuatkan makanan dan minuman untuk para pekerja. Salah satunya adalah istri Mbah Priyatno yang selalu rajin menyuguhkan makanan sederhana namun selalu enak dan ditunggu oleh para pekerja.

Sungguh semangat gotong royong yang dimiliki masyarakat Kricak sangat menyentuh para mahasiswa dan dosen UGM. Keuletan, usaha, sikap yang rajin, seperti menyumbangkan energi positif yang besar bagi setiap yang melihatnya. Situasi ini bagi mereka mungkin hal yang biasa, tapi telah menjadi langka di kota-kota besar.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s