Wujud – wujud kebudayaan dalam masyarakat Indonesia


Indonesia memiliki ratusan suku dan budaya yang tersebar diberbagai penjuru wilayah, dari sabang sampai merouke. Suku – suku tersebut memiliki ide, gagasan, system budaya, adat dan istiadat yang berbeda – beda. Di bawah ini terdapat penjabaran mengenai suku toraja, betawi, dan badui beserta perbedaannya. Diantara ketiga suku tersebut terdapat beberapa hal yang sangat bersebrangan satu dengan yang lainnya, tidak hanya itu, bahkan yang sejalan juga ada. Langsung saja, cekidot J. Saya akan membahas bab pertama dengan point Ide / gagasan konsep yang diisi oleh system budaya setempat. Pada point kedua saya akan membahas aktivitas social, dan yang terakhir saya membahas hasil dari kebudayaan berupa kesenian dan alat – alat kbudayaan, seperti alat – alat ritual, dsb  . .

A.   Ide / gagsan Konsep (Sistem Budaya)

Kita awali dari pembahasan suku yang ada di Tana Toraja Sulawesi Selatan. Suku Toraja merupakan suku yang bermukim di wilayah utara di Sulawesi selatan. Kata toraja sendiri berasal dari bahasa bugis yang berarti to raija yang mempunyai arti (seorang yang tinggal di negeri tinggi). Jumlah penduduk mencapai satu juta orang dan setengah diantaranya tinggal di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan Kabupaten Mamasa. Suku Toraja memiliki sedikit gagasan secara jelas mengenai diri mereka sebagai sebuah kolompok etnis sebelum abad ke-20. Sebelum penjajahan belanda dan masa pengkristenan, suku Toraja yang tinggal di daerah dataran tinggi, dikenali berdasarkan desa mereka, dan tidak beranggapan sebagai kelompok yang sama. Meskipin ritual – ritual menciptakan hubungan di antara desa – desa, ada banyak keragaman dalam dialek, hierarki social, dan berbagai praktik ritual di kawasan dataran tinggi Sulawesi. “Toraja” pertama kali digunakan sebagai sebutan penduduk dataran rendah unuk penduduk dataran tinggi. Akibatnya, pada awalnya Toraja lebih banyak memiliki hubungan perdagangan dengan orang luar, seperti suku Bugis dan suku Makasar, yang menghuni sebagian besar daratan rendah di Sulawesi daripada dengan sesame suku di dataran tinggi. Kehadiran misionaris Belanda di dataran tinggi Toraja memunculkan kesadaran etnis Toraja di wilayah Sa’ dan Toraja, dan identitas bersama ini tumbuh dengan bangkitnya pariwisata di Tana Toraja. Sejak itu, Sulawesi Selatan memiliki empat kelompok etnis utama, Suku Bugis (kaum mayoritas, meliputi pembuat kapal dan pelaut), Suku Makasar (pedagang dan pelaut), Suku Mandar (pedagang dan nelayan), dan Suku Toraja (petani di dataran tingi). Disini Suku Toraja hidup bersama suku – suku yang lain di Sulawesi selatan, saling mengisi dan melengkapi suku – suku yang lainnya.

Lain halnya dengan suku betawi yang tinggal di dalam perkotaan, seiring dengan perkembangan kota Jakarta, lama kelamaan tempat tinggal atau perkumpulan suku betawi mulai berkurang, sebab sekarang bnyak yang terpisah – pisah. Sekarang perkampungan betawi yang cukup terkenal adalah Setu Babakan, disana terdapat unsure – unsure asli kebudayaan suku Betawi. Suku betawi juga memiliki upacara – upacara khusus untuk kegiatan, misalnya upacara perkawinan. Suku betawi memiliki struktur kepimpinan juga, biasanya dinamakan ketua. Suku betawi juga tinggal dan berbaur dengan suku lainnya, seperti toraja, bugis, batak. Menurut pengalaman saya watak dari orang suku betawi ini agak kolot alias sedikit tidak mau kalahdari yang lain, tapi untuk soal urusan tanah di Jakarta, waw, banyak peninggalan dari ibu bapak beliau tentang tanah di Jakarta ini, yang semakin kesini semakin banyak para investor ingin membeli tanah di Jakarta ini J.

Namun di lain sisi terdapat suku yang sebagian anggotanya masih hidup di perdalaman hutan yang berada di provinsi banten, ya benar, alias suku badui. Suku badui banyak yang masih tinggal di dalam hutan, jauh dari teknologi, bahkan saat malam tiba, tidak boleh ada satupun cahaya di dekat pemukiman mereka. Entah kenapa. Mungkin masih banyak terdapat mitos – mitos dari suku badui ini. Kepercayaan mereka pun masih tergolong percaya kepada leluhur mereka dan juga benda – benda yang di keramatkan. Dalam system pemerintahannya, suku badui dikepalai oleh seorang kepala suku. Terdapat pula perbedaan antara laki – laki dan perempuan dalam hal pembagian kerja, biasanya, perempuan mengolah bahan mentah menjadi makanan siap saji, dan para kaum hawa mencari bahan mentah tersebut, seperti kayu kering, hewan buruan, sayuran, dsb.

B.   Aktivitas (Sistem Sosial)

Suku toraja sering kali melakukan upacara – upacara adat sebelum memulai suatu kegiatan, seperti penyambutan tamu yang dating, pergantian kepala adat, acara pernikahan, upacara kematian, dan upacara yang menggambarkan rasa kesyukuran kepada sang pencipta. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya suku toraja ini kebanyakan menjadi petani, dan pedagang di pasar. Karena letak daerahnya jauh dari laut, untuk memakan makanan laut suku toraja dapat membeli ikan dengan orang – orang bugis, dan sebaliknya.

Suku betawi dapat terlihat dari bahasa yang digunakan sehari – hari, bahasa betawi sangat khas bila dibandingkan dengan bahasa yang digunakan oleh umumnya orang yang tinggal di Jakarta. Setiap menyambut bulan suci ramadhan banyak sekali rumah – rumah orang betawi yang memproduksi petasan, karena petasan merupakan salah satu kabiasaan orang – orang betawi yang digunakan untuk upacara tertentu. Dalam memenuhi kebutuhannya, suku betawi biasanya berdagang atau berjualan produk khas betawi. Berdasarkan pengalaman saya, jika orang betawi sedang kehabisan uang, biasanya mereka langsung menjual tanah atau harta mereka walaupun tidak semua. Dalam bermasyarakat, suku betawi dapat bergaul dengan lingkungan disekitarnya. Suku betawi juga memiliki salah satu jenis beladiri asli Indonesia yaitu pencak silat. Pencak silat juga sering digunakan oleh orang betawi untuk melangsungkan upacara pernikahan, dan sat itu juga orang betawi suka bermain pantun.

Suku badui dalam sehari – harinya dihabiskan dengan berdagang dan mencari bahan – bahan baku untuk bekal sehari – hari.salah satu contoh barang dagangannya adalah madu. Terlihat dari kegigihannya menjual barang dagangannya. Orang badui dapat bepergian jauh demi menjual barang dagangannya. Pernah di dekat rumah saya terdapat beberapa orang badui yang berjalan berbaris sambil membawa barang dagangannya yang berupa madu. Acara pernikahan suku badui, dikepalai seorang kepala suku. Orang badui masih jauh dari orang – orang kota atau sekitar.

C.   Benda / Artefak (Hasil FIsik)

Kesenian merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam sebuah kebudayaan, kesenian menunjukan tingkat kreativitas dan dapat menggambarkan daya kreatifitas suatu kebudayaan. Berbagai macam unsure kesenian seperti, tari, music, benda, dan juga, pakaian adat dapat menjadikan sebuah kebudayaan lebih hidup dan lebih indah, itulah mengapa Indonesia disebuat sebagai negri yang Indah J. Andai saja semua itu dapat bersatu padu, mementingkan kepentingan bersama untuk tujuan bersapa daripada memntingkan hanya segoongan, alias pa*tai . . Hmmm . .

Baik, kita mulai dengan benda – benda yang berasal dari suku Tana Toraja ini. Mayoritas para penduduknya masih mempercayai adanya leluhur, maka kental sekali suku ini dengan namanya patung – patung, bisa patung dari kayu, makanan, hingga bat. Tidak hanya patung, melainkan kuburan yang memiliki nilai seni yang tinggi untuk Tana Toraja ini. Jika para raja mereka tewass Wiih, upacaranya gede – gedean, tidak sedikit benda – benda kesenian Tana Toraja ini dipertontonkan public, senjata perang, pakaian adat, bahkan ada juga alat music khas suku tersebut.

Hmm suku betawi, banyak juga benda – benda yang dihasilkan olehnya. Yang paling kita sering temui saat upacara pernikahan? Apa hayoo? Iya betul, ondel – ondel . . . ini juga merupakan salah satu kesenian yang dimiliki suku betawi, untuk memenuhi kebutuhannya, suku betawi biasanya berdagang sebuah makanan yang legit dan manis, yup, itu adalah dodol betawi yang rasanya . . hmm, nyumii . . J betawi juga mempunyai makanan khas lainnya yang bernama kerak teelooorr . . terdapat benda – benda cirri khas lainnya dari suku betawi, misalnya atap rumah yang ujung bawahnya atau topinya atap, di bikin lancip – lancip seperti tombak.

Suku badui juga tidak mau kalah, mereka mempunyai pkaian adat yang berwarna putih identik dengan baju ikhram, yang bisa di bilang memiliki filosofi di dalamnya. Dengan pakaian khas tersebut, suku badui biasa berdagang, menurut pengalaman saya, suku badui mampu berjalan tiada henti, mereka bias di katakan mampu berjalan cepat, bahkan ada yang bilang dapat menghilang, hiiii . . lalu ada juga senjata yang biasa digunakan untuk berburu, dan juga rumah adat yang masih terbuat dari bahan – bahan alami, seperti kayu dan rotan serta pelepah kelapa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s